Find Me On!

Facebook  Twitter  Instagram Gmail

Tuesday, November 12, 2013

Rangkuman KWU

I.              Tahapan-tahapan dalam siklus usaha
1.         Tahap Perkenalan
Awal mula memperkenalkan atau memulai usaha.
Masalah yang sering dihadapi yaitu:
a.       Produk tidak diterima dipasar.
b.      Strategi promosi yang kurang meyakinkan konsumen.
c.       Pemilihan lokasi usaha tidak strategis.
d.      Kualitas barang tidak mampu bersaing.
e.      Ketidakcukupan modal.
                Pada tahap ini yang bisa dilakukan wirausaha adalah mmenggencarkan promosi untuk memperkenalakan produk kepada masyarakat.
2.         Tahap Pertumbuhan
             Tahap ini perusahaan mulai menghasilkan laba. Dan wirausaha harus mulai berpikir untuk mngamankan kegiatan usaha dari setiap perubahan pasar yang dapat menyebabkan kondisi perusahaan tidak stabil.
3.         Tahap Mapan
             Tahap mapan tahap yang paling baik diantara tahap yang lain. Ditahap ini wirausaha harus membuat kreasi/inovasi agar usaha tidak mengalami penurunan. Salah satu cara adalah berpikir kreatif untuk mengembangkan dan mempertahankan usaha.
4.         Tahap penurunan
             Adanya perubahan pasar yang menyebakan kondisi usaha tidak stabil sehingga wirausaha harus terus mengamati dan mengikuti perubahan tersebut agar usaha tidak mati. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap kesulitan dan bisa mengeluarkan perusahaan dari krisis. Pada tahap ini usaha mengalami kemerosotan. Hal ini ditujukkan dengan:
·         Menurunnya tingkat penjualan/pendapatan
·         Berkurangnya kepuasan pelanggaan.
Disetiap tahapan usaha dibutuhkan kebijakan strategi, kebijakan strategi tersebut bersifat:
a.       Dinamis                : selalu mengikuti perkembangan zaman.
b.      Efektif                   : dapat disesuaikan dengan perubahan pasar dan para pesaing.
c.       Efisien                   : berorientasi pada faktor biaya dan harga.
d.      Antisipatif           : dapat dikembangkan untuk disesuaikan kea rah perubahan.
e.      Fleksibel              : tidak kaku dan dapat dipernaharui.


II.              Mengelola bahan dan fasilitas
1.              Mengelola bahan
          Bahan adalah benda yang dapat dibuat menjadi sesuatu, atau barang  yang dibutuhkan untuk membuat sesuatu. Ketersediaan bahan dalam perusahaan bisa dibilang cukup yaitu tidak terlalu dalam jumlah besar maupun terlalu kecil.
          Pada umumnya wirausaha masih menggunakan cara tradisional yaitu dengan memiliki persediaan minimal untuk mendukung kelancaraan proses produksi.
Tiga jenis bahan baku berdasarkan tingkat perputarannya yaitu:
a.       Bahan baku yaitu bahan pokok yang digunakan dalam proses industry.
b.      Barang dalam proses yaitu barang yang belum selesai dalam proses produksi.
c.       Barang jadi yaitu barang yang telah selesai proses produksi tetapi belum dipasarkan.
          Dalam jenis usaha manufaktur semakin besar bahan baku yang digunakan semakin besar pula investasi dan biaya modalnya dan begitu juga sebaliknya.
          Selain cara tradisional kita juga bisa menggunakan cara lain yaitu Just In Time(JIT), yaitu menempatkan pemasok bahan produksi sebagai mitra usaha. Pemasok dibina dan diperlakukan sbagai bagian dari perusahaan yang diapok bahan bakunya.  Perbedaan model tradisional dan JIT adalah kalau Tradisional diterapkan  jika pemasok member kepuasan atas harga dan kualitas sedangkan model JIT diterapkan  jika pemasoknya benar-benar professional(barang bagus dan tepat waktu), harga dalam model JIT tidak menjadi hal utama karena dapat dilakukan negosiasi sedangkan hal utamanya adalah ketepatan waktu dan kualitas barang.
2.              Layout fasilitas produksi
Layout fasilitas produksi adalah pengaturan penempatan mesin, gedung, peralatan dan kegiatan-kegiatan didalam produksi.
Tujuan pokok dari layout pabrik adalah untuk:
a.       Meminimalkan biaya pengangkutan dan penanganan.
b.      Memudahkan pengawasan kerja bagi mandor.
c.       Mendapatkan penggunaan ruang yang efisien bagi karyawan dan penyimpanan.
d.      Mempercepat dan melancarkan arus bahan-bahan
e.      Melakukan pekerjaan yang efisien.
Layout terbagi menjadi dua:
·         Process layout disebut juga functional layout/job layout yaitu penyusunan fasilitas produksi (mesin-mesin) dimana mesin-mesin yang mempunyai fungsi yang sama ditempatkan di tempat tertentu. Layout ini lebih sesuai digunakan untuk menghasilkan produk pesanan karena dapat disesuaikan dengan kondisi pesanannya. Syarat utama dalam layout ini adalah urutan pengerjaan, desain, suku cadang komponen dan volume.
·         Product layout merupakan pengaturan mesin-mesin sesuai arus produksinya. Layout ini lebih sesuai digunakan untuk menghasilkan produk yang terus-menerus (standar). Layout ini paling banyak digunakan diperusahaan perakitan seperti mobil, sepeda motor, dan televisi. Penerapan layout ini akan lebih ekonomis bila memenuhi syarat-syarat berikut:
o   Barang yang dihasilkan terstandarisasi
o   Penyediaan barangnya tetap
o   Permintaan akan barang cukup stabil
o   Komponen (suku cadang) dapat saling dipertukarkan
o   Volume produksi cukup sesuai dengan kapasitas
Penyusunan layout ini harus dipertimbangkan karena butuh biaya yang tinggi . Jika terjadi perubahan desain prosuk, layout menjadi using sehingga perlu disusun kembali.
3.              Peralatan yang perlu disediakan
Peralatan yang digunakan harus sesuai dengan kepentingan. Setiap jenis usaha membutuhkan peralatan yang berbeda-beda. Penggunaan peralatan yang kurang diperlukan akan mengganggu arus kas.
          Ada dua hal yang harus dipertimbangkan dalam menyediakan peralatan yaitu sisi ekonomisdan prestise.
a.       Wirausaha ekonomis:
o   Efisien dalam membeli peralatan
o   Hanya membeli barang yang sangat dibutuhkan
o   Beberapa peralatan dapt diperoleh dari pasar barang bekas
b.      Wirausaha prestise:
o   Selalu membeli peralatan yang lengkap,  baru serta mahal
o   Membuka

III.              Mengelola sumber daya manusia
       Sehebat apapun usaha yang dijalankan, system managemen mutu yang baik serta pandainya seorang wiaraushaa, namun bila tidak mengetahui cara mengelola sumber daya manusia dengan baik maka usaha akan berjalan pelan tidak ada nya produktivitas yang tinggi.
Ada dua hal yang harus diketahui dalam memberdayakan para karyawan yaitu:
a.         Berdasarkan kemauan bekerja
b.         Berdasarkan kemampuan kerja di bidangnya
Terdapat 4 kondisi yaitu:
1)      Kondisi 1
Karyawan yang mampu dan mau kerja (termotivasi)
Hal yang dapat dilakukan adlah melebarkan tanggung jawab pekerjaannya seperti penambahan tunjangan, promosi jabatan baru dll.
2)      Kondisi 2
Karyawan mau bekerja (termotivasi) tetapi belum mampu mengerjakannya.
Hal yang dapat dilakukan adalah dengan menanyakan apakah dia suka/cocok dengan pekerja tersebut. Jika tidak suka maka bisa dipindahkan  atau jika memang suka dengan pekerjaan tersebut berilah pelatihan dan lengkapi dirinya dengan keterampilan.
3)      Kondisi 3
Karyawan mampu melakukan pekerjaan tetapi tidak termotivasi
Hal yang dapat dilakukan adalah melakukan diskusi, survey dan Tanya jawab tentang kecocokan dirinya dengan jenis pekerjaan tersebut.

4)      Kondisi 4
Karyawan tidak mau bekerja (termotivasi) dan tidak mampu untuk dipekerjakan lagi.
Cari tahu alasan ia tidak termotivasi. Jika tetap tidak termotivasi, berarti ia memang sudah tidak mau berkontribusi bagi usaha anda dan sudah tidak produktif.

       Menanamkan motivasi bagi diri seseorang atau sebuah tim sangat penting untuk menciptakan tingkat produktivitas tinggi bagi perusahaan. Manfaat motivasi antara lain:
1.       Menularkan energy bagi yang lainnya
2.       Dapat membawa tim menuju kesuksesan kesuksesan
3.       Meringankan pekerjaan tim bila ada banyak yang termotivasi

       Cara memotivasi karyawan sangat dibutuhkan, berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu:
a.       Penerimaan karyawan
Melakukan seleksi calon karywan sesuai deskripsi kerja yang dibutuhkan. Proses pencarian, pemilihan dan pengangkatan karyawan amat penting dalam memelihara tenaga kerja agar terus produktif.
b.      Pelatihan Manajemen
Diperlukan pelatihan guna meningkatan pengetahuan dan keterampilan karywan yang kurang termotivasi.
c.       Tata usaha system penggajian dan upah
Memberikan gaji/upah sesuai dengan beban pekerjaan, serta bonus dan berbagai tunjangan akan mendorong semangat kerja karyawan.
d.      Komunikasi
Komunikasi yang baik memperlancar kinerja karyawan
e.      Kondisi kerja
Kondisi kerja haruslah kondusif apabila kondisi tempat kerja burung akan berakibat buruk pula bagi perusahaan
f.        Menghargai dan memperhatikan
Sikap menghargai dan memberikan perhatian yang baik akan membuat karyawan mempunyai rasa memiliki yang tinggi terhadap perusahaan
IV.              Mengelola proses produksi
Produksi adalah penciptaan atau prnambahan bentuk, waktu dan tempat sehingga lebih bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan manusia. Produksi juga diartikan sebagai tindakan yang bertujuan menghasilkan sesuatu yang berguna, sehingga proses yang timbul juga banyak. Proses produksi terbagi dua, yaitu:
1.       Produksi terus-menerus (continous)
Yaitu proses produksi yang berlangsung terus menerus tanpa henti. Sejak dimulainya kegiatan usaha selalu mengerjakan produk yang sama. Biasanya proses produksinya selalu sama sehingga letak mesin-mesin serta fasilitas produksi yang lain disesuaikan  dengan urutan proses produksinya agar berjalan lancar.
2.       Produksi terputus-putus (intermittent)
Yaitu kegiatan produksi yang tidak mempunyai standar, tetapi didasarkan pada produk yang dikerjakan, sehingga peralatan produksinya bersifat  fleksible. Proses produksi ini digunakan untuk pabrik yang mengerjakan bermacam-macam barang, dengan jumlah setiap macam hanya sedikit.

A.        Perencanaan Produksi
Setelah wirausaha menentukan produk yang akan dibuat langkah selanjutnya adalah melakukan perencanaan produksi. Agar proses produksi berjalan dengan baik harus ada perencanaan produksi . Terdapat dua prosedur antara lain:
1)        Perencanaan produksi berdasarkan permintaan pasar.
         Perencanaan ini dilakukan perusahaan yang menghasilkan produk untuk memnuhi kebutuhan pasar. Pada umumnya jenis produknya standar, usia produknya panjang dan jumlah permintaanya banyak. Perencanaannya didahului dengan membuat perkiraan permintaan→ rencana persediaan barang jadi dan rencana jumlah produksi → rencana kebutuhan bahan baku, bahan pembantu, SDM, kebutuhan mesin → rencana pembelian dan penyimpanan barang →rencana pemanfaatan kapasitas dan scheduling.
2)        Perencanaan produksi berdasarkan pemesanan
         Perencanaan ini ditujukan untuk perusahaan yang melayani pesanan, barang yang dihasilkan beragam, dengan bahan baku yang beragam pula, permintaan barang beragam, jenisnya berganti-ganti dan jumlahnya tidak tentu, sehingga sulit dibuat perkiraan permintaannya. Karena macam dan jumlah permintaan konsumen sulit ditentukan, fasilitas produksi harus dibuat fleksible penyediaan bahan baku dan pembantu berdasarkan rata-rata kebutuhan pada tahun-tahun sebelumnya.
        
Merencanakan jenis barang yang dihasilkan. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
1)      Menentukan desain awal yang berupadesain spesifikasi dan syarat-syarat yang harus dipenuhi.
2)      Menentukan desain barang yang tepat
3)      Menentukan cara pembuatan yang berupa penentuan urutan proses produksi, dan peralatan yang digunakan.
4)      Memodifkasi langkah ketiga yang disesuaikan denga layout, tuntuan kualitas dan mesin/peralatan yang tersedia.

B.         Pengendalian produksi
Pengendalian produksi berfungsi untuk memastikan apakah produk dihasilkan secara efektif dan efisien atau tidak. Pengendalian produksi adalah serangkaian prosedur yang bertujuan menkoordinasi semua elemen proses produksi kedalam satu aliran. Tahap pengendalian produksi adalah sebagai berikut:
1)      Planning
Pesanan pembeli dan pesanan persediaan barang yang diterima oleh bagian perencanaan produksi pesanan tersebut dipecah dalam berbagai bagian. Perlu  adalanya kartu material yang memuat komponen-komponen jadi atau komponen yang akan diproses lebih lanjut lagi yang disebut order.
2)      Routing
Yaitu usaha menentukan urutan dari proses dan alat yang diguanakan dalam proses produkasi.  Sebelum produksi dimulai urutan tersebut disusun telbih dahulu dalam route  sheet.
3)      Scheduling
Yaitu menentukan kapan proses produksi akan dimulai dan selesai untuk diserahkan. Scheduling dibuat sebelum produk dibuat dalam bentuk master schedule yang kemudian dipecah-dipecah kedalam banyak schedule.
4)      Dispatching
Yaitu surat perintah yang berisi wewenang untku melakukan kegiatan produksi surat perintah ini juga dibuat sebelum proses produksi dimulai dalam dispatch sheet.

V.              Mengelola keuangan
Dalam mengelola keunangan kita harus memikirkan hal-hal berikut:
·         Sumber/asal modal uang yang diperlukan untuk menjalanka usaha
·         Penggunan dan pengaturan keuangan perusahaan dengan sebaik-baiknya
·         Peningkatan keuntunga usaha
Pada prinsipnya ada 3 jenis modal:
1.         Modal Investasi Awal
Yaitu modal yang dikeluarkan pada awal dimulainya usaha,  biasanya digunakan untuk jangka panjang, modal ini juga relative besar dan nilainya akan menyusut dari tahun ketahun bahkan bisa dari bulan ke bulan.
Contohnya: - usaha salon dibutuhkan alat kecantikan. (seperti pengering rambut, rol rambut dll)
Semua harus dikelola dengan baik agar bertahan lama.
2.         Modal kerja
Yaitu modal yang dikeluarkan untuk membeli atau membuat barang yang akan dijual kepelanggan. Modal kerja ini dikeluarkan setiap bulan atau ketika ada pesanan terhadap barang yang dijual. Tanpa modal kerja wirausaha tidak akan dapat menyelesaikan order atau tidak memiliki barang dagangan.
Contohnya: -usaha restoran dibutuhkan modal untuk membeli bahan makanan.  –usaha fotokopi dibutuhkan uang untuk membeli kertas.
Semua harus dikelola dengan baik agar usaha berjalan lancar.
3.         Modal operasional
Yaitu modal yang dikeluarkan untuk membayar biaya operasi bulanan seperti membayar gaji karywan, membayar listrik, air dll.

VI.              Mengelola administrasi usaha
Macam-macam administrais perusahaan:
A.      Administrasi debitur, berisi  pencatatan tagihan kepada pihak ketiga dan diurus penagihannya.
B.      Administrasi persediaan, berisi jumlah persediaan fisik maupun harga dari bahan pembantu, barang mentah, barang setengah jadi/dalam proses dan barang jadi yang masuk keluar gudang persediaan.
C.      Administrasi kreditur berisi pencatatan utang kepada pihak ketiga dan diawasi pelunasannya.
D.      Administrasi kepegawaian berisi pencatatan mengenai tenaga kerj yang bekerja diperusahaan.
E.       Administrasi kas berisi berisi catatan harta kekayaan yang likuid, pencatatan valuta asing dan transaksi yang berhubungan dengan devisa.
F.       Administrasi pembelian berisi pencatatan pesanan dan pengawasan penyelenggaraannya.
G.     Adminstrasi statistic berisi data statistik perusahaan yang berhubungan denagn transaksi keuangan.
H.      Administrasi harga biaya berisi alokasi biaya, distribusi biaya perhitungan biaya dimuka dan dibelakang.
I.        Administrasi penjualan berisi pencatatan pesanan dari calon pembeli yang masuk serta pengawasan realisasi penjualan.
J.        Administrasi upah berisi pencatatan perhitungan upah dan pembayaran. Serta potongan pajak dan beban social.
K.      Administrasi pengendalian intern ini mengadakan pengawasan terhadap administrasi lainnya, termasuk pula pengawasan.
Penyelenggaraan fungsi administrasi perusahaan haruslah memperhatikanbeberapa kaidah berikut:
a.       Harus diadakn pembagian pekerjaan
b.      Hindari terlalu banyak tulis menulis
c.       Pengawasan inter harus dapat terjamin
d.      Sistem arsip harus dapat dipertanggung jawabkan
e.      Dalam administrasi harus terdapat prosedur yang tetap
f.        Tugas dan tanggung jawab tiap tiap pejabat harus ditetapkan secara tertulis.

VII.              Memasarkan Produk/jasa
Pemasaran merupakan fungsi pokok perusahaan. Definisi pemasaran adalah proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dengan tujun menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalannya.
A.        Fungsi pokok pemasaran:
1.    Pembelian
Untuk membeli barang-barang yang dijual kembali atau untuk digunakan dalam perusahaan. Seringkali dalam pembelian diperlukan keahlian dalam menganalisis barang dan menentukan persediaan barang. Hal ini biasanya untuk perusahaan yang mnghasilkan barang-barang tertentu seperti barang yang sangat dipengaruhi oleh mode dan corak.
2.    Penjualan
Menjadi sumber pendapatan untuk menutup biaya-biaya dengan harapan mendapat laba. Perlu dilakukan cara untuk memingkatkan penjualan sperti promosi dll.
3.    Penyimpanan
Menyimpan barang yang selesai diproduksi sampai pada saat barang siap dijual
4.    Pembelanjaan
Untuk mendapatkan  modal dari sumber eksternal guna menyelenggrakan kegiatan pemasaran.
5.    Pengangkutan
Memindahkan barang dari produsen kekonsumen.
6.    Penanggung risiko
Penanggungan resiko meliputi beberapa resiko antara lain:
·         Risiko yang ditimbulkan oleh pasar. Contohnya merosotnya harga jual karena perubahan tren, penemuan baru, persaingan usaha dan pengaruh musim.
·         Resiko yang ditimbulkano oleh alam.  Contohnya: bencana alam
·         Resiko yang ditimbulkan oleh manusia. Contohnya : pencurian dll.
Resiko tersebut dapat dicegah dengan memberikan asuransi.
7.    Standarisasi dan grading
Standarisasi adalah menormalisasikan barang hasil manufaktur. Grading adalah mengelompokkan barang-barang sesuai standar kualitas. Dalam hal ini perusahaan harus melakuan standarisasi dan grading terhadpa produk yang dihasilkan.
8.    Pengumpulan informasi pasar
Pemasaran berfungsi mengumpulkan informasi mengenai jenis produk. Serta mengumpulkan data mengenai daya beli konsumen, jumlah konsumen dan lokasi dimana merkea tinggal.

B.      Strategi pemasaran
Yaitu keputusan perusahaan dalam menentukan sasaran guna menghasilkan kebijakan utama dan merencanakan pencapaian tujuan serta merinci jangkauan bisnis yang akan dicapai oleh perusahaan. Untuk membuat strategi pemasaran wirausah harus memperhatikan beberapa variable berikut ini:
1.         Variable yang dapat dikendalikan:
    Segmentasi pasar (pengelompokkan konsumen), berdasarkan demografis (jenis kelamin dan tingkat pendidikan), geografis (tempat tinggal), perilaku (tingkat pemakaian produk dan kestiaan terhadap produk, dan psikografis (contohnya gaya hidup).

    Timing berhubungan dengan waktu misalnya kapan perusahaan meluncurkan suatu produk

    Market budget , besarnya anggaran belanja pemasaran. Tergantung dari barang yang dipasarakan dan sesuai pula dengan pengalaman wirausaha.

    Bauran pemasaran  merupakan kombinasi antara keempat variable/kegiatan yang merupakan inti dari sitem pemasran perusahaan, yaitu produk, harga, tempat dan promosi

2.         Variable yang tidak dapat dikendalikan:
·         Perubahan demografi
·         SDA
·         Perkembangan teknologi
·         Kebijakan politik dan ekonomi pemerintah
·         Keadaan persaingan

C.      Penentuan harga
Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat harga:
1.    Kondisi perekonomian
2.    Elastisitas permintaan
3.    Biaya
4.    Persaingan
5.    Pengawasan pemerintah
6.    Tujuan perusahaan
7.    Penawaran dan permintaan


No comments:

Post a Comment